Nama : AHMAD FAIZIN
NIM : 58210033
Pengertian Feature
Feature adalah cerita khas kreatif yang berpijak pada jurnalistik sastra tentang suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan, dengan tujuan untuk memberi informasi dan sekaligus menghibur khalayak media massa.Secara sederhana, feature adalah cerita atau karangan khas yang berpijak pada fakta dan data yang di peroleh melalui proses jurnalistik. Disebut cerita atau karangan khas, karena feature bukanlah penuturan atau laporan tentang fakta secara lurus atau lempang sebagaimana di jumpai pada berita langsung.
Penulisan feature tidak tunduk kepada kaidah pola piramida terbalik dengan rumus 5W 1H atau cara penyusunan pesan secara deduktif. Namun demikian, setiap karya feature harus mengandung semua unsur yang terdapat 5W 1H. Selain itu, feature di sajikan dalam bahasa pengisahan yang sifatnya kreatif informal. Jadi sangat jauh berbeda dengan berita langsung (straight news) yang disajikan dalam bahasa pelaporan yang sifatnya lugas dan formal.
Kedudukan feature dalam media massa sangat penting. Posisi dan eksistensinya tak tergantikan oleh produk jurnalistik lainnya. Tidak oleh berita langsung (straight news), tidak oleh artikel, tidak oleh tajuk rencana, bahkan tidak pula oleh pojok dan karikatur. Setiap surat kabar harian atau mingguan yang di kelola secara profesional serta memiliki kredibilitas dan reputasi tinggi di mata masyarakat, pasti memberi tempat yang layak terhadap feature.
Fungsi Feature
Dengan kedudukan yang sangat penting dan tak tergantikan tersebut, maka fungsi feature mencakup lima hal :
a. sebagai pelengkap sekaligus variasi sajian berita langsung (straight news)
b. pemberi informasi tentang situasi, keadaan, atau peristiwa yang terjadi
c. penghibur atau sarana rekreasi dan pengembangan imajinasi yang menyenangkan
d. wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu keadaan atau peristiwa
e. sarana ekspresi yang paling efektif dalam mempengaruhi khalayak
Jenis-Jenis Feature
Menurut Wolseley dan Campbell dalam Exploring Journalism (Assegaff, 1983:56), paling tidak terdapat enam jenis feature yang kita kenali sehari-hari :
a. Feature minat insani (human interest feature), dimaksudkan untuk mengaduk-aduk perasaan,suasana hati, bahkan menguras air mata khalayak.
b. Feature sejarah (Hystorical Feature), berbagai tempat dan peninggalan bersejarah,sejak ribuan tahun silam hingga satu abad terakhir, baik dalam lingkup internasional dan nasional maupun dalam lingkup regional dan local, senantiasa menjadi objek cerita feature yang amat menarik.
c. Feature Biografi (Biografical Feature), Feature biografi atau tentang riwayat perjalanan hidup seseorang, terutama kalangan tokoh seperti pemimpin pemerintahan dan masyarakat, public figure, atau mereka yang selalu mengabdikan hidupnya untuk negara, bangsa, atau sesuatu yang bermanfaat bagi peradaban umat manusia, senantiasa mendapat tempat yag terhormat di berbagai perpustakaan kampus dan sekolah di seluruh dunia.
d. Feature Perjalanan (Travelogue Feature), Feature yang mengajak pembaca, pendengar, atau pemirsa untuk mengenali lebih dekat tentang suatu kegiatan atau tempat-tempat yang di nilai memiliki daya tarik tertentu.
e. Feature Petunjuk Praktis (How to do Feature), Feature yang menuntun atau mengajarkan tentang bagaimana melakukan atau mengajarkan sesuatu.
f. Feature Ilmiah (Scientific Feature), Feature yang mengungkapkan sesuatu yang berkaitan dengan dunia ilmu pengetahuan.
Feature: Jurnalistik Sastra
Fadler membagi jurnalisme baru ke dalam empat pengertian:
a. Advocacy Journalism
Advocacy journalism atau jurnalisme advokasi adalah kegiatan jurnalistik yang berupaya menyuntikkan opini ke dalam berita. Diarahkan untuk membentuk opini publik.
b. Alternative Journalism
Merupakan kegiatan jurnalistik yang menyangkut publikasi internal dan bersifat lebih personal.
c. Precision Journalism
Precision Journalism atau jurnalisme presisi adalah kegiatan jurnalistik yang menekankan ketepatan (presisi) informasi dengan memakai pendekatan ilmu sosial dalam proses kerjanya.
d. Literacy Journalism
Jurnalisme sastra membahas pemakaian gaya penulisan fiksi untuk kepentingan dramatisasi pelaporan dan membuat artikel menjadi memikat.
Teknik Menulis Cerita Feature
Feature tunduk dan di bangun di atas landasan kaidah-kaidah jurnalistik sastra. Sebagai ilustrasi, cerpen di bangun di atas landasan kreasi, fantasi, dan imajinasi pengarang. Sedangkan feature di kembangkan melalui proses yang cukup panjang. Ia semula di usulkan melalui rapat proyeksi. Kemudian di beri aksentuasi (penekanan dan pembobotan) dan di setujui oleh pihak redaksi. Berikutnya di perkaya dengan hasil penelusuran referensi.
Setelah itu sang reporter atau wartawan terjun ke lapangan melakukan visitasi, observasi, komunikasi, dan konfirmasi. Akhirnya barulah ia melakukan rekonstruksi dengan menggunakan perspektif tertentu. Di sini, teknik dan gaya penulisan cerita fiksi di tampilkan dengan daya dukungan narasi dan diksi yang sangat kuat, ekspresif, imajinatif, informatif.
Unsur-Unsur Pokok Cerita Feature
Sebagai sebuah cerita, feature di bangun dengan berpijak kepada beberapa unsur pokok. Dalam cerpen, unsur-unsur pokok itu meliputi : karakter, mood atau suasana, tema, gaya, sudut pandang (point of view), dan setting. Hanya bedanya, kalau cerpen mengangkat realitas fiktif imajinatif, maka feature menceritakan realitas faktual objektif. Berikut, penjelasan ketujuh unsur feature yang di adaptasi dari cerpen :
a. Tema
Tema adalah ide sebuah cerita. Pengarang dalam menulis ceritanya bukan sekedar mau bercerita, melainkan mau mengatakan sesuatu kepada pembaca.
b. Sudut Pandang
Sudut pandang (point of view) pada dasarnya adalah visi pengarang, artinya sudut pandang yang di ambil pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita.
c. Plot
Plot bukan jalan cerita. Jalan cerita hanyalah manifestasi, benduk wadag, bentuk jasmaniah dari plot cerita. Plot ibarat gunung es, sebagian besar darinya tidak pernah nampak. Feature yang baik harus memiliki plot. Namun plot pada feature, dalam beberapa hal berbeda denganplot pada cerpen. Feature tidak mewajibkan pemunculan dan penajaman konflik, feature mengangkat suatu situasi, keadaan, atau aspek kehidupan yang sifatnya faktual objektif.
d. Karakter
Sebagai cerita, setiap feature, seperti juga cerpen, harus memiliki karakter atau watak. Jadi si penulis harus dapat menghidupkan watak tokoh-tokohnya. Kalau karakter tokoh lemah, maka menjadi lemahlah seluruh cerita.
e.Gaya
Gaya adalah cara khas pengungkapan seseorang. Tiap orang punya gayanya sendiri, entah baik atau jelek. Gaya di sini meliputi penggunaan kalimat, penggunaan dialog, penggunaan detail, cara memandang persoalan, penyuguhan persoalan dan seterusnya (Sumardjo, 2004:33-34).
f. Suasana
Tiap cerpen di tulis dengan maksud tertentu. Suasana dalam cerpen membantu menegaskan maksud. Di samping itu suasana juga merupakan daya pesona sebuah cerita. Dalam feature, seperti juga cerpen, suasana merupakan suatu keharusan untuk bisa menghidupkan cerita feature sehingga memikat pembaca dll.
g. Lokasi Peristiwa
sebuah cerpen atau novel memang harus terjadi di suatu tempat dan dalam ruang waktu tertentu. Harus ada tempat dan ruang kejadian. Dalam feature unsur tempat atau setting, tidak sekedar sebagai keterangan pelengkap, justru memainkan peran yang amat menentukan jalannya cerita.
Bab II. Analisis
Buku ini juga bisa mengajak kita untuk dapat lebih mengerti tentang feature lebih jauh lagi dan berbagai hal yang berkaitan dengan dan melekat dalam cerita fearture sebagai produk dari jurnalistik. Sayangnya dalam buku Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature ini lebih bersifat teoritis, sementara pembahasan mengenai teknik pembuatan berita dan featurenya hanya sedikit dibahas. Terlalu banyak sub-bab di dalam bab sehingga membingungkan saya.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia sendiri dinyatakan feature adalah karangan yang melukiskan suatu pernyataan dengan lebih rinci sehingga apa yang dilaporkan hidup dan tergambar dalam imajinasi pembaca.
Bab III. Kesimpulan
Feature merupakan karya jurnalistik yang tidak akan mungkin dapat tergantikan dalam surat kabar karena feature itu sendiri telah memiliki identitas, memiliki karakter, memiliki nama, dan memebawa pesan tertentu.Seperti telah diuraikan diatas feature merupakan produk karya dari jurnalistik sastra dan dibangun diatas landasan kaidah-kaidah jurnalistik sastra sebagai ilustrasi.
Seorang wartawan harus memiliki kapabilitas sepenuhnya sebagai wartawan. Baik dalam pembuatan berita maupun feature, seorang wartawan haruslah bersikap kritis dan skeptis dalam mencari fakta untuk memperkuat kebenaran berita yang akan diterima para khalayak media massa.
”kami percaya bahwa tugas pers bukanlah menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan kebencian, melainkan mengkomunikasikan saling pengertian” (GM)
Perbedaan antara berita dan artikel fitur - dalam hal dunia imajiner Serangga Media.
A news story informs us succinctly that, say, another fly has been trapped in a spiderweb. Sebuah berita ringkas memberitahu kita bahwa, mengatakan, terbang lain telah terperangkap di sebuah jaring laba-laba.
The feature article explores the circumstances of the entrapment in detail: Artikel Fitur mengeksplorasi keadaan dari jebakan secara rinci:
- Why do we know about the fly's character? - Mengapa kita tahu tentang karakter lalat? In other words, why did it fly so perilously close to a web? Dengan kata lain, mengapa ia terbang sehingga makin mendekati web?
- What was the lead-up to the incident? - Apa yang menjelang insiden itu? Had something provoked this risk-taking behaviour? Apakah sesuatu memprovokasi ini mengambil risiko perilaku? Was the weather a factor? Apakah faktor cuaca?
- What do we know about this particular spider's history as a fly killer? - Apa yang kita ketahui tentang sejarah ini laba-laba tertentu sebagai pembunuh terbang?
- Was there anything unique about the shape or location of the web? - Apakah ada sesuatu yang unik tentang bentuk atau lokasi dari web?
- What lessons can be taken from this tragic incident? - Pelajaran apa yang dapat diambil dari peristiwa tragis?
A news reporter lays out the facts of what happened and sometimes includes reactions from affected parties. Seorang reporter berita menjabarkan fakta-fakta tentang apa yang terjadi dan kadang-kadang termasuk reaksi dari pihak yang terkena dampak. The feature writer is more forensic. Penulis Fitur lebih forensik. They probe deeper, spending more time on the 'how' and 'why' of what happened. Mereka menyelidiki lebih dalam, menghabiskan lebih banyak waktu pada 'bagaimana' dan 'mengapa' dari apa yang terjadi. If they fail to go beyond the facts reported in news (and sometimes this is very difficult) they probably haven't succeeded … and probably won't be published. Jika mereka gagal melampaui fakta-fakta yang dilaporkan dalam berita (dan kadang-kadang ini sangat sulit) mereka mungkin belum berhasil ... dan mungkin tidak akan dipublikasikan.
By the way, both styles of writing are good skills for life whether you're a journalist or not. By the way, baik gaya penulisan adalah keterampilan yang baik untuk kehidupan apakah Anda wartawan atau tidak.
News articles answer who, what, when, where, why and how. Artikel Berita menjawab siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana. This means that the article answers the question: Ini berarti bahwa artikel tersebut menjawab pertanyaan:
1.Who was involved. 1.Who terlibat.
2. 2. What happened. Apa yang terjadi.
3. 3. When the event occurred. Ketika peristiwa itu terjadi.
4. 4. Where the event happened. Dimana peristiwa itu terjadi.
5. 5. Why the event happened. Mengapa peristiwa itu terjadi.
6. 6. How the event occurred. Bagaimana peristiwa itu terjadi.
A feature article is much more creative. Sebuah artikel fitur jauh lebih kreatif. It also tells about a news event, however in the beginning of the article there is a smaller creative story leading in to the main story that article addresses. Ia juga memberitahu tentang acara berita, namun di awal artikel ada cerita kreatif yang lebih kecil yang mengarah ke cerita utama yang alamat artikel.
A newspaper article is where you discuss about what happened and what people said and then you add a conclusion, while a feature article has a cover story and then follows on in the magazine. Sebuah artikel surat kabar adalah di mana Anda membahas tentang apa yang terjadi dan apa yang orang katakan dan kemudian Anda menambahkan kesimpulan, sedangkan sebuah artikel fitur memiliki cerita sampul dan kemudian berikut di dalam majalah. it has quotes and endures picture and a big heading, so get artistic and make it flashy and noticable memiliki kutipan dan gambar bertahan dan pos besar, sehingga mendapatkan artistik dan membuatnya mencolok dan terlihat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar